Timor Leste Bangun Pos Terpadu Mewah di Batugade

Internasional / Minggu, 3 April 2011 08:55 WIB

Metrotvnews.com, Atambua: Pemerintah Timor Leste sedang membangun pos pelayanan terpadu untuk para pengguna jasa angkutan darat di Batugade, wilayah berbatasan langsung dengan pintu perbatasan Indonesia di Mota Ain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Dari penelusuran sepanjang Sabtu dan Ahad (3/4), dengan ditemani seorang prajurit TNI AD yang bertugas di Pos Pengamanan Mota Ain, menunjukkan pembangunan fisik pos pelayanan terpadu berarsitek Eropa itu, sudah mencapai sekitar 80 persen.

“Sesuai agenda kerja, pembangunan pos pelayanan terpadu yang terdiri dari keimigrasian, bea cukai, kepolisian dan terminal itu akan mulai berfungsi tahun ini,” kata seorang pekerja bangunan asal Kefamenanu, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, yang tidak mau dipublikasikan identitasnya.

Sebagian besar kuli bangunan yang mengerjakan proyek tersebut berasal dari Kabupaten Timor Tengah Utara, sebuah kabupaten di NTT yang wilayahnya berbatasan langsung dengan daerah kantung (enclave) Timor Leste, Oecusse.

Jarak antara pos pelayanan terpadu Batugade, Timor Leste, dengan pos pengamanan Indonesia di Mota Ain, berjarak sekitar 100 meter yang dibatasi sebuah anak sungai yang membelah Timor bagian timur Timor Leste dengan Timor bagian barat NTT.

“Pos pelayanan terpadu di Batugade jika dibandingkan dengan pos pelayanan kita (Indonesia) di Mota Ain, seperti langit dan bumi. Bangunan kita lebih terkesan apa adanya, sedang di Batugade berarsitek Eropa dan akan jauh lebih megah,” ujar seorang prajurit TNI AD yang bertugas di Mota Ain.

Sementara itu, pengamat hukum internasional dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Wilhelmus Wetan Songa SH, MHum yang dihubungi secara terpisah, mengatakan Mota Ain sebagai serambi depan Indonesia bagi Timor Leste, seharusnya ditata lebih menawan sebagai cermin wajah Indonesia bagian negara lain.

“Hampir setiap saat, pemerintahan kita selalu mengumandangkan prioritas pembangunan di daerah perbatasan, tetapi hanya sebatas omong doang tanpa ada sebuah realisasi yang riil,” kata dosen Fakultas Hukum pada Undana Kupang itu.

Menurut dia, jika kelak Timor Leste lebih menjanjikan kesejahteraan, tidak tertutup kemungkinan bagi warga negara Indonesia yang ada di perbatasan lebih melirik wilayah bekas jajahan Portugis dan bekas provinsi ke-27 Indonesia itu sebagai pilihan hidupnya.

Mengapa hal itu sampai terjadi, karena mereka merasa tidak pernah diperhatikan oleh pemerintahannya sendiri. Dan, ini sudah terjadi, seperti antara masyarakat di Sanghie Talaud dengan Filipina, dan antara masyarakat di Kalimantan Barat dengan Malaysia,” ujarnya.

Dalam hubungan dengan itu, Wetan Songa mengatakan pemerintah harus membuktikan komitmennya untuk membangun daerah perbatasan guna mencegah orientasi warga negara di perbatasan memilih bergabung dengan negara tetangga yang lebih makmur secara ekonomi.(Ant/BEY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s